2118142

Sayangi Hewan Peliharaan Anda, Berhentilah Merokok

INILAHCOM, Jakarta- Asap rokok sama membahayakannya bagi hewan, seperti ini juga berbahaya bagi perokok pasif.

 

Data jumlah hewan peliharaan yang meninggal setiap tahun karena paparan asap tembakau memang belum ada. Tapi dokter hewan punya data berapa banyak hewan peliharaan yang berdasarkan hasil laboratorium mengidap penyakit akibat asap rokok. Seperti reaksi alergi, peradangan dan pernafasan hingga kanker paru.

 

Sekedar mengingatkan, 10 tahun lalu Shirley Worthington melarikan Tigger, anjing ke dokter setelah mulut anjing mulai berdarah. Dokter memberitahunya bahwa hewan peliharaannya menderita kanker, Shirley langsung sadar bahwa itu disebabkan oleh kecanduan beratnya akan rokok. Ia berhenti setelah si anjing akhirnya meninggal.

 

Asap rokok dapat menyebabkan kanker paru-paru dan hidung pada kucing, limfoma ganas pada kucing dan alergi serta masalah pernafasan. Demikian menurut penelitian bersama Tufts University School of Veterinary Medicine di Massachusetts, Colorado State University dan sekolah lainnya.

 

The Legacy Foundation, badan amal kesehatan masyarakat, mendorong perokok untuk berhenti demi hewan peliharaan mereka. American Society untuk pencegahan kekejaman terhadap hewan mendesak pemerintah membuat rumah bagi hewan peliharaan yang berisiko terpapar asap rokok.

 

Ini bahkan lebih penting untuk menjaga kucing, yang lebih rentan terhadap asap tembakau ketimbang anjing.

 

Limfoma adalah salah satu penyebab utama kematian kucing. Penelitian menunjukkan bahwa paparan berulang asap rokok dua kali lipat kemungkinan kucing terkena kanker dan hidup dengan perokok selama lebih dari lima tahun meningkatkan empat kali lipat risiko. Hal ini juga dapat menyebabkan kanker mulut fatal.

 

Perusahaan pembuat rokok mengakui bahwa rokok berisiko bagi manusia, tapi belum mengambil sikap ini juga bisa membahayakan kucing dan anjing.

 

“Tapi kami belum mengambil sikap tentang dampak potensial pada hewan peliharaan,” kata David Sylvia, juru bicara Altria Group Inc, perusahaan induk dari Philip Morris.

 

Melansir nydaily, Kamis (10/7/2014), gejala kanker pada hewan termasuk batuk, kesulitan makan atau bernapas, air liur, penurunan berat badan, muntah, nasal discharge, perdarahan dan bersin.

 

Kanker membunuh lebih banyak anjing dan kucing dibanding penyakit lain, demikian menurut Denver-berbasis Morris Animal Foundation yang telah mendanai penelitian kanker hewan peliharaan sejak tahun 1962.

 

Selain itu, lonjakan dalam penggunaan rokok elektronik telah menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap hewan peliharaan. Bahaya terbesar adalah sampah, di mana anjing dapat menemukan kartrid nikotin dari e-rokok, kata Rozanski, dokter hewan Tufts.

 

“Anda tidak akan berpikir anjing akan makan hal-hal seperti itu, tapi mereka lakukan,” katanya.

 

Sumber:
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2118142/sayangi-hewan-peliharaan-anda-berhentilah-merokok#.U75DIVZuHwI

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*