27_20151020071548

Siswa SMP IT Arrahman Dan LAI Turunkan Spanduk Iklan Rokok

Jakarta, InfoPublik – Lurah Menteng Atas Kuswara E Kusdianto merealisasikan komitmennya untuk membersihkan areal sekolah di wilayah Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, dari iklan rokok, pada Selasa (20/10).

Bersama sejumlah satpol PP, siswa dan guru SMP IT Arrahman, Lentera Anak Indonesia (LAI), perwakilan Forum Anak Jakarta, dan Gerakan Muda FCTC, Kuswara memimpin aksi penurunan spanduk dan reklame iklan rokok dari warung dan minimarket di sepanjang Jalan Minangkabau Dalam dan Jalan Batu Raya, yang berdekatan dengan SMP Negeri 67 dan SMP IT Arrahman.

Aksi tersebut merupakan realisasi dari komitmen yang pernah disampaikan Camat Setiabudi, Fredy Setiawan, danLurah Menteng Atas, Kuswara E. Kusdianto, pada saat audiensi dengan perwakilan siswa dan guru SMP IT Arrahman, di kantor Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, September lalu.

Saat itu, Fredy Setiawan menyatakan sangat mendukung pelarangani klan rokok di sekitar sekolah. “Kami tidak hanya mendukung 100%, tetapi 2000% terhadap pelarangan iklan rokok di sekitar sekolah, karena pelarangan ini bertujuan melindungi anak-anak.”

Aksi penurunan spanduk iklan rokok dari warung dan minimarket di wilayah Menteng Atas dimulai sejak jam 9 hingga 11.30 WIB, Selasa (20/10). Aksi berlangsung damai karena lurah dan perwakilan siswa SMP IT Arrahman bersikap sangat santun saat berdialog dengan para pemilik warung.

“Assalamualaikum Bapak, kami siswa SMP Arrahman. Sekolah kami di dekat warung ini,” sapa Titin Lupitasari,siswa kelas 8 yang juga Ketua OSIS SMP IT Arrahman. “Apakah warung ini membolehkan anak sekolah membeli rokok di sini?” tanya Titin. Pemilik warung mengangguk. “Iya lah neng, di sini banyak anak-anak sekolah beli rokok. Masak kita melarang?” ujarnya.

“Maaf pak, kami harus menjelaskan bahwa ada peraturan pemerintah yang melarang toko atau warung menjual rokok kepada anak-anak. Karena itu kami meminta Bapak untuk tidak lagi menjual rokok kepada anak-anak,” ujar Titin.

Mendengar nasehat dari seorang pelajar, pemilik warung tersipu malu dan mengangguk. Begitu pula ketika lurah meminta agar spanduk iklan rokok di depan warungnya diganti dengan spanduk bertuliskan “Stop! Menjual ataupun Memberi Rokok Kepada Anak-Anak”, pemilik warung mempersilahkan tanpa berdebat panjang lebar.

Menurut Kuswara, sebelum melakukan aksi hari ini, ia dan para staf kelurahan sudah turun langsung mendatangi beberapa pemilik warung dan mini market di wilayahnya untuk memberi penjelasan tentang bahaya iklan rokok, dan menyarankan untuk segera menurunkan spanduk dan reklame iklan rokok di warung mereka. “Itu sebabnya pemilik warung sudah tersosialisasi tentang rencana aksi hari ini,” ujarnya.

Meskipun demikian, tidak semua pemilik warung yang didatangi serta merta setuju warungnya dipasangi spanduk yang dibawa siswa. Seorang ibu pemilik warung menolak warungnya dipasang spanduk karena ia harus meminta ijin lebih dulu pada suaminya.

Claudia Glenda Hanurjune, aktivis Gerakan Muda FCTC yang ikut dalam rombongan aksi, memuji aksi nyata yang dilakukan siswa SMP IT Arrahman. “Saya bangga adik-adik saya yang masih remaja ini sudah punya kesadaran untuk mengajak warga memahami dampak dari iklan rokok bagi anak-anak,” kata Claudia yang juga fasilitator Partisipasi Anak Nasional. “Ini membuktikan bahwa generasi muda kita bukan generasi muda yang cuek, tapi mereka sangat peduli pada lingkungannya,” papar Claudia.

Sementara itu, Titin Lupitasari, Ketua OSIS SMP IT Arrahman, yang memimpin aksi teman-temannya, menyatakan aksi yang mereka lakukan murni inisiatif pengurus OSIS.

“Kami pengurus OSIS mendapatkan bimbingan untuk berani menyuarakan pendapat kami untuk menyelamatkan anak Indonesia. Kami tidak ingin remaja menjadi target perusahaan rokok. Kalau perusahaan rokok memasang iklan di dekat sekolah berarti mereka menjadikan kami sebagai target mereka. Dan kami harus berani menyuarakan untuk menolak menjadi target perusahaan rokok. Kami ingin anak-anak Indonesia sehat,” tegas Titin.

Titin juga menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah lanjutan dari aksi “Bebaskan Sekolah Kami dari Iklan Rokok”yang diadakan di SMP IT Arrahman pada 15 Agustus lalu. Dalam aksi tersebut sejumlah siswa SMP IT Arrahman mendatangi warga yang bermukim di wilayah dekat sekolah untuk membagikan surat “Suara Anak SMP IT Arrahman” dan brosur berisi informasi tentang bahaya iklan rokok bagi anak.

Mereka juga berinisiatif mengumpulkan tanda tangan dari warga masyarakat sekitar untuk mendukung penolakan terhadap iklan rokok yang dipasang di sekitar sekolah. Dukungan dari para warga ini sudah diserahkan kepada Camat Setiabudi dan Lurah Menteng Atas pada saat audiensi September lalu.

Wide Afriandi, Advocacy Officer Lentera Anak Indonesia, yang menjadi fasilitator kegiatan, menyatakan pendampingan yang dilakukan ke beberapa sekolah adalah bagian dari komitmen untuk menyadarkan sekolah tentang dampak iklan dan promosi rokok. Ia menjelaskan hasil pantauan yang dilakukan Lentera Anak Indonesia, YPMA dan Smoke Free Agent di 360 sekolah di lima kota di Indonesia selama Januari – Maret 2015, menemukan bahwa iklan rokok di tempat penjualan seperti warung, toko, dan mini market dekat sekolah mudah terlihat di 85 persen sekolah.

“Secara kasat mata ini menunjukkan betapa industri rokok tegas menyasar anak sekolah sebagai target. Dan berbagai studi sudah menunjukkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi remaja merokok adalah iklan rokok. Itu sebabnya mengapa berbagai negara di dunia sudah melarang iklan rokok. Hanya Indonesia saja, negara anggota ASEAN, yang belum melarang iklan rokok, “ pungkasnya.

Foto 6_Proses penurunan iklan rokok di sekitar   sekolah

Lentera Anak Indonesia (LAI) adalah lembaga independen yang melakukan upaya untuk memajukan dan membela hak-hak anak di Indonesia untuk mendorong terwujudnya negara demokratis yang ramah anak melalui kerja-kerja edukasi, advokasi, pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta studi dan kajian tentang anak.

 

Sumber : http://infopublik.id/read/133358/siswa-smp-it-arrahman-dan-lai-turunkan-spanduk-iklan-rokok.html

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*