145751_hentikan-kebiasaan-merokok_663_382

Studi: Rokok “Sulap” Wanita Makin Gembul

VIVAlife – Banyak orang percaya bahwa merokok dapat membantu menurunkan berat badan karena menekan nafsu makan. Sebuah penelitian terbaru menemukan sebaliknya, rokok adalah penyebab naiknya timbangan pada sebagian orang.

 

Dilansir dari Healthwoman, para wanita perokok dalam studi ternyata makan lebih banyak gula dan lemak. Wanita yang merokok cenderung tak mampu merasakannya, sehingga cenderung mengkonsumsi lebh banyak makanan tinggi kalori.

 

Serangkaian tes dilakukan dengan meminta empat kelompok wanita usia 21-41 tahun. Kelompok-kelompok adalah perokok obesitas, obesitas non – perokok , perokok berat badan normal, dan non – perokok berat badan normal.

 

Semua peserta diminta mencicipi puding vanila dan makanan mengandung lemak. Kemudian para wanita diminta menilai rasa manis dan kegurihan makanan tersebut.

 

“Dibandingkan dengan yang lain tiga kelompok lain, perokok obesitas lebih sulit merasakan citarasa gurih dan manis,” kata Yanina Pepino, Asisten profesor kedokteran di Washington University School of Medicine. “Mereka juga kurang merasakan manisnya puding.”

 

Dr Pepino memperingatkan bahwa studi ini hanya mengidentifikasi hubungan antara merokok dan kemampuan indera pencecap. Studi tidak menggali lebih jauh mengapa perokok obesitas lebih sulit mendeteksi lemak dan manis.

 

Menariknya, perokok dengan berat normal bisa merasakan lemak dan manis sama seperti wanita yang tidak merokok.

 

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan merokok dengan peningkatan rasio pinggang-pinggul. Artinya, perokok cenderung memiliki bentuk tubuh apel daripada pir. Bentuk tubuh apel dikaitkan dengan risiko mengalami masalah metabolisme dan serangan jantung. (sj)

 

Sumber:
http://life.viva.co.id/news/read/494330-studi–rokok–sulap–wanita-makin-gembul

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*