kokkre-270x180

Takut Industri Rokok Mati, Ada Kementerian Tak Setuju Aksesi FCTC

JAKARTA (Pos Kota)- Rencana pemerintah Indonesia untuk mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) berlanjut meski tahun lalu telah gagal. Menkes Nafsiah Mboi berharap agar sebelum pemerintahan kabinet bersatu jilid dua berakhir, aksesi FCTC sudah bisa dilakukan.
“Saya memang tidak lagi berani memasang target. Tetapi harapannya secepatnya kita bisa aksesi FCTC,” papar Menkes usai Rakor Kesra tentang rencana FCTC, Selasa (1/4).
Diakui hingga kini masih ada pihak yang keberatan terhadap rencana aksesi FCTC tersebut. Terutama Kementerian Perindustrian dengan alasan akan mematikan industri rokok kretek dan mematikan petani tembakau.
“Memang sudah menyusut, tinggal satu kementerian yang belum oke. Tetapi bukan berarti kita bisa lanjutkan. Karena pesan Bapak Presiden, kita satukan dulu pemahaman tentang FCTC,” lanjut Menkes.
Menurut Menkes, sebenarnya Kementerian Perindustrian paham dan tahu akan bahaya rokok. Tetapi ada alasan lain yang membuat mereka keberatan diantaranya rokok kretek masuk heritage Indonesia yang harus dipertahankan, industri rokok memberikan lapangan kerja bagi jutaan penduduk, cukai rokok memberikan sumbangan besar bagi APBN, dan industri rokok merupakan industri strategis di Indonesia.
“Padahal aksesi FCTC sesungguhnya tidak akan mengurangi nilai-nilai tersebut. Kita hanya mengatur peredaran rokok, agar dampak kesehatannya bisa dikurangi,” tukas Menkes.
Hasil rakor terkait FCTC itu sendiri rencananya akan dibahas pada tingkat menteri. Jika sudah dicapai kata sepakat, maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan segera menandatangani FCTC. (inung/d)

 

Sumber:
http://poskotanews.com/2014/04/02/takut-industri-rokok-mati-ada-kementerian-tak-setuju-aksesi-fctc/

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*