Smoking Kills

Tekan Konsumsi Rokok Remaja, Pemerintah Perlu Naikkan Cukai

Jakarta – Lembaga Demografi (LD) Universitas Indonesia (UI) menilai pemerintah perlu menaikkan segera cukai rokok agar konsumsi rokok khususnya bagi anak-anak dan remaja yang belum berpenghasilan bisa ditekan. Hal ini juga disuarakan oleh peneliti dari tiga daerah yaitu Surabaya, Aceh, dan Yogyakarta yang mengidentifikasi terjadi peningkatan konsumsi rokok di kalangan anak-anak dan remaja.

Rabu (9/10) Lembaga Demografi UI mengadakan konferensi pers yang bertema “Desakan Daerah untuk Menaikkan Harga Rokok”. Dalam konferensi pers tersebut dihadirkan tiga peneliti dari masing-masing daerah tersebut yaitu Rizanna Rosemary Darwis yang merupakan dosen FISIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Santi Martini, dosen FKM Universitas Airlangga, Surabaya, dan RA Yayi Suryo Prabandari, dosen FK Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Tiga peneliti itu melihat gejala meningkatnya konsumsi rokok di masing-masing provinsi terutama di kalangan remaja. Peningkatan ini dianggap mengkhwatirkan karena dampak konsumsi rokok baru akan terlihat setelah 15 hingga 20 tahun kemudian. Oleh karena itu, remaja yang merokok saat ini diperkirakan bakal menuai penyakit akibat merokok ketika mereka berada pada masa produktif yang akan meningkatkan morbiditas (kesakitan) dan menurunkan produktivitas.

Lembaga tersebut menyoroti faktor yang mendorong peningkatan konsumsi rokok antara lain tingkat harga yang murah dan rokok boleh dijual secara batangan. Akibatnya, para remaja bisa membeli rokok dengan uang saku mereka dan mengkonsumsinya secara bersama-sama.

Kepala LD UI, Sonny Harry B Harmadi mendorong pemerintah menaikkan cukai rokok untuk mencegah anak-anak khususnya masyarakat miskin untuk membeli rokok. “Kebijakan cukai merupakan instrumen yang efektif dalam mengendalikan konsumsi rokok jika tarif cukai cukup tinggi,” kata Sonny di Jakarta, Rabu (9/10).

Dalam Undang-undang (UU) 39/2007 tentang Cukai memang dipaparkan bahwa cukai menjadi cara untuk mengendalikan konsumsi dan mengawasi peredaran rokok. Namun pemerintah menyadari bahwa sistem cukai saat ini masih kompleks sehingga menyebabkan kesenjangan yang lebar antara harga rokok yang mahal dan murah. Oleh karena itu pemerintah akan berupaya untuk menyederhanakan sistem cukai menjadi dua jenis yaitu rokok buatan tangan dan rokok buatan mesin.

Penulis: Ezra Sihite/JAS

Sumber :
http://www.beritasatu.com/kesehatan/143429-tekan-konsumsi-rokok-remaja-pemerintah-perlu-naikkan-cukai.html

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*