Inilah

Tingkat Kepatuhan Warga Bali Masih Rendah

INILAH.COM, Denpasar – Tingkat kepatuhan warga Bali agar tidak merokok tergolong rendah dan sangat memprihatinkan. Hal itu terungkap berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana (UNUD) Denpasar.

 

Ketua Tim Survei Kepatuhan Perda KTR, dr I Wayan Gede Artawan menyatakan penelitian yang dilakukannya melibatkan 1.100 responden dan merepresentasikan populasi penduduk di Pulau Bali.

 

“Meski Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah diberlakukan sejak 2 tahun lalu, namun tingkat kepatuhan terhadap larangan tersebut hanya 11,8 persen. Hal itu berdasarkan delapan kriteria yang dijadikan tolok ukur sesuai yang diatur dalam Perda KTR,” ujar Artawan usai diseminasi hasil survei kepatuhan Perda KTR di Denpasar, Rabu (16/10/2013).

 

Artawan memaparkan jikaa tingkat kepatuhan paling rendah seperti pasar, terminal, restoran dan tempat ibadah. Selain itu, kantor pemerintah juga menunjukkan angka ketidakpatuhan yang cukup memprihatinkan. “Kantor pemerintahan 35 persen melanggar aturan Perda KTR. Kantor pemerintahan itu seperti kantor polisi, sekolah, universitas, pemerintah daerah,” jelasnya.

 

Kantor pemerintahan, kata Artawan bahkan masih menyediakan asbak di beberapa titik. Puntung rokok juga tampak berserakan di beberapa lokasi disekitar kantor plat merah tersebut. Indikator keberadaan puntung rokok di kantor pemerintahan mencapai sebesar 42 persen. Sementara tingkat kepatuhan tertinggi berada di fasilitas kesehatan.

 

“Indikatornya, jika menyediakan asbak berarti memfasilitasi orang untuk merokok. Puntung rokok jelas, artinya ada orang yang merokok. Fasilitas kesehatan juga sebetulnya masih kecil. Di Bogor tingkat kepatuhannya mencapai 70 persen,” imbuhnya.

 

Hasil survey ini, sambung Artawan akan menjadi dasar untuk sosialisasi terarah dan sebagai evaluasi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap Perda KTR. “Hasil temuan dari survei ini akan sebagai masukan untuk melakukan penertiban ke depan. Rekomendasi juga kami kirim kepada Satpol PP,” ucapnya.

 

Selain itu, menurut Artawan, tahap sosialisasi Perda KTR sudah berjalan selama dua tahun. “Kini saatnya tahap penegakan. Dari data ini juga terungkap jika pengelola gedung yang menerima sosialisasi baru 49 persen,” pungkasnya.[jat]

 

Sumber :
http://nasional.inilah.com/read/detail/2038884/tingkat-kepatuhan-warga-bali-masih-rendah#.UmHmjqxwpKE

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*