Noo smoking

Tolak Rokok menjadi Sponsor Olah Raga

YOGYAKARTA,(PRLM),- Iklan rokok untuk sponsor even olah raga dan pertunjukkan seni tidak cocok dengan misi olah raga dan seni.

 

Dari polling tentang Pendapat Masyarakat Tentang Kawasan Tanpa Rokok Dan Pencegahan Iklan, Promosi Serta Sponsorship Rokok yang melibatkan warga di Kabupaten Bantul, sebanyak 46 persen warga Bantul tidak setuju iklan dan sponsor rokok untuk dalam pertunjukan seni dan pertandingan olah raga.

 

Selain didasari alasan tak sesuai misi seni dan olah raga, 75 persen responden berpendapat iklan rokok mempengaruhi seseorang untuk merokok.

 

Peneliti dari MTCC Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Nanik Prasetyoningsih menyatakan pendapat masyarakat tersebut bisa menjadi dasar bagi pemerintah untuk membuat aturan daerah yang mengatur iklan, promosi dan sponsorship rokok dalam peraturan daerah.

 

Polling dilaksanakan pada akhir 2013 di 17 kecamatan di Kabupaten Bantul, melibatkan 1253 responden (62 persen responden perempuan dan 38 persen laki-laki), 47 persen siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), dilakukan oleh Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY yang bekerja sama dengan Kabupaten Bantul.

 

Polling juga merekam pendapat masyarakat menyangkut Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berkaitan kawasan bebas merokok di berbagai institusi publik. Hasil polling tentang tempat bebas merokok sangat mengejutkan, dalam hal ini institusi pendidikan di daerah sebaran responden sebanyak 62 persen tidak menerapkan kawasan bebas rokok atau tidak memiliki PHBS.

 

Kondisi lainnya lingkungan kerja yang memiliki angka area bebas rokok atau PHBS 30 persen, pusat pelayanan kesehatan dan tempat ibadah masing-masing 87 persen.

 

Pejabat Dinas Kesehatan Bantul Gupiyanto Joko Nugroho, SP. MM menyatakan polling angka daerah bebas rokok maupun iklan rokok sangat menarik sebagai pembelajaran pemerintah daerah.

 

Dalam kasus lembaga pendidikan yang relatif banyak tidak menerapkan kawasan bebas rokok sebagai keadaan di luar dugaan karena warga institusi pendidikan relatif memahami bahaya rokok.

 

Menurut dia mengendalikan konsumsi rokok sangat penting untuk keperluan kesehatan masyarakat meskipun upaya tersebut tidak mudah dengan adanya kebiasaan warga maupun siswa merokok di dalam ruangan.

 

Untuk itu, langkah paling memungkinkan adalah meminimalisasi kebiasaan merokok di dalam ruangan dan menambah kawasan bebas rokok. Langkah ini perlu didukung regulasi dari pemerintah daerah. (A-84/A-89)***

 

Sumber:
http://m.pikiran-rakyat.com/node/271693

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*