Kanker dan rokok

WHO, “Tahun 2035 Akan Ada 24 Juta Penderita Kanker”

JENEWA, (PRLM).- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman “gelombang global” kanker dan mengatakan bahwa pada 2035, sekitar 24 juta orang akan berpenyakit kanker.

 

Kanker adalah penyebab utama kerugian ekonomi akibat kematian prematur dan kecacatan di seluruh dunia – karena dana besar dihabiskan untuk pengobatan (medical bills).

 

Pada tahun 2010, WHO mengatakan medical bills untuk kanker yaitu sebesar $1.16 triliun.

 

Populasi dunia dan panjang umur meningkat. ini berarti akan ada lebih banyak orang yang dapat terjangkit kanker.

 

Saat ini, 14 juta orang per tahun didiagnosis mengidap kanker. WHO mengatakan bahwa peningkatan menjadi 19 juta orang akan terjadi pada tahun 2025, 22 juta orang pada tahun 2030 dan 24 juta orang pada tahun 2035.

 

Lebih dari 60% dari total kasus di dunia terjadi di Afrika, Asia dan Amerika Tengah dan Selatan.
Angka kematian di area ini mencapai 70% karena kurangnya diagnosis dini dan akses terhadap pengobatan.

 

Penelitian dan pengalaman dari negara-negara maju menunjukkan bahwa diagnosis dini dan pengobatan cukup efektif, namun apabila hanya mengandalkan promosi kesehatan saja tidak cukup.

 

Undang-undang yang memadai dapat memegang peranan penting dalam mengurangi angka kanker, terutama undang-undang untuk polusi udara dan asap tembakau.

 

Merokok merupakan faktor dengan risiko paling tinggi terhadap kanker yang mana menyebabkan lebih dari 20% kematian global akibat kanker dan 70% dari kematian akibat kanker paru-paru, berdasarkan laporan WHO. (bbc/robi-job/A-147)***

 

Sumber:
http://www.pikiran-rakyat.com/node/269443

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*