Perokok Perempuan

Penggunaan produk tembakau di kalangan perempuan meningkat sementara di kalangan laki-laki menurun. Peningkatan penggunaan produk tembakau terjadi sebagai akibat dari perubahan peran dan status ekonomi kaum perempuan seiring dengan pertumbuhan ekonomi serta adanya perubahan faktor sosial-budaya akibat modernisasi. Selain itu, peran terpenting naiknya pemakaian produk tembakau di kalangan perempuan adalah pemasaran industri rokok yang menyasar mereka di seluruh dunia.

 

KONSUMSI

  • Jumlah perokok perempuan sebanyak 20 persen dari 1 miliar perokok di dunia.
  • Sebanyak 22 persen perempuan di negara maju dan 9 persen di negara berkembang rutin merokok setiap hari.
  • Data yang dikumpulkan dari 151 negara menunjukkan bahwa sekitar 7 persen remaja perempuan merokok, sementara remaja laki-laki 12 persen. Di beberapa negara, jumlah anak perempuan yang merokok hampir sebanyak anak laki-laki.
  • Di Russia, 24 persen anak perempuan (usia 13-15 tahun) dan 27 persen anak laki-laki merokok.
  • Di Argentina, 27 persen anak perempuan (usia 13-15) dan 21 persen anak laki-laki merokok.
  • Tingkat penggunaan produk tembakau di kalangan perempuan bervariasi secara signifikan di seluruh dunia. Di beberapa negara, tingkat penggunaan tembakau di kalangan perempuan hampir sama dengan laki-laki, sedangkan di beberapa negara lainnya tingkat penggunaan produk tembakau di kalangan perempuan jauh lebih rendah.
  • Di Inggris, 23 persen perempuan dan 25 persen laki-laki merokok.
  • Di Filipina, 9 persen perempuan dan 48 persen laki-laki merokok.
  • Jenis tembakau yang digunakan oleh kaum perempuan juga bervariasi antar negara, dimana tembakau sebagai rokok sebagai pilihan di beberapa bagian dunia dan tembakau tanpa asap banyak digunakan di beberapa bagian dunia lainnya.
  • Di India, rokok lintingan bidis mencakup 48 persen dari pasar tembakau, tembakau kunyah 38 persendan rokok 14 persen.
  • Di Ukraina, hampir 100 persen tembakau dikonsumsi dalam bentuk rokok pabrikan.

 

BUJUKAN INDUSTRI 

  • Industri tembakau menargetkan perempuan dan anak perempuan dengan iklan agresif dan menggoda yang mengeksploitasi kesan mandiri, emansipasi, seksi, ramping, glamor dan cantik.
  • Pada tahun 2007, R.J Reynolds meluncurkan Camel No. 9—rokok baru khusus perempuan.  Diiklankan di majalah fashion seperti Vogue dengan pembaca yang kebanyakan berasal dari kaum muda menampilkan rokok langsing dalam kemasan aneka warna yang modis.
  • Pada tahun 2009, British-American Tobacco meluncurkan Pall Mall Scarlet Aromatic dalam kemasan warna merah cheri dan  perak yang atraktif dirancang untuk menarik perempuan muda. Pall Mall Scarlet Aromatic dikembangkan secara eksklusif sebagai percontohan di Russia dengan harga eceran maksimum  US$ 1, harga yang sangat terjangkau oleh perempuan muda.
  • Pada tahun 2010, Imperial Tobacco mendesain ulang rokok Davidoff dengan kemasan merah, putih dan merak yang manis untuk menonjolkan selera kosmopolitan dan menciptakan “aksesoris mode yang mewah.”
  • Penelitian menunjukkan bahwa pemasaran yang ditargetkan mempengaruhi tingkat merokok di kalangan perempuan muda.
  • Di Spanyol setelah tahun 1970, prevalensi merokok meningkat tajam di kalangan perempuan di bawah 50 tahun. Peningkatan tajam pada kaum perempuan yang merokok ini bertepatan dengan peningkatan iklan besar-besaran di televisi yang menargetkan perempuan.
  • Tingkat merokok di kalangan perempuan di Jepang bertambah secara dramatis dari 8,6 persen pada tahun 1986 menjadi 18,2 persen pada 1991, setelah kampanye promosi agresif yang menargetkan perempuan dan anak perempuan.

 

DAMPAK BURUK ROKOK TERHADAP KESEHATAN PEREMPUAN

  • Seluruh bentuk tembakau dapat menyebabkan kecanduan dan bersifat mematikan. Bukti ilmiah telah meyakinkan bahwa penggunaan tembakau dapat menyebabkan berbagai variasi kanker, termasuk kanker paru-paru, mulut, kerongkongan (esophagus), pangkal tenggorokan (larynx), mulut dan tekak (pharynx), perut, dan pankreas.
  • Perokok perempuan memiliki resiko lebih besar terhadap kanker leher rahim, osteoporosis, dan kondisi sistem reproduksi lainnya, termasuk keguguran, kelahiran mati, ketidaksuburan, melahirkan anak dengan berat di bawah normal, dan rasa sakit saat menstruasi serta menopause dini.
  • Perokok perempuan juga lebih berisiko terkena stroke, pendarahan pada selaput yang menyelubungi otak, penyempitan pembuluh darah, dan kematian akibat pembengkakan pembuluh darah.

 

PEROKOK PASIF PEREMPUAN

  • Secara global, diperkirakan sepertiga orang dewasa terpapar secara reguler terhadap asap rokok orang lain. Paparan terhadap asap rokok orang lain saja telah menyebabkan sekitar 600.000 kematian dini tiap tahun di seluruh dunia.
  • Karena prevalensi merokok laki-laki jauh lebih tinggi daripada perempuan, paparan terhadap asap rokok orang lain lebih berdampak buruk terhadap perempuan. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh paparan asap rokok, 47 persen terjadi pada kalangan perempuan.
  • Laporan Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2002 melaporkan secara konklusif bahwa paparan terhadap asap rokok orang lain menyebabkan kanker paru-paru, penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
  • Meskipun perempuan lebih sedikit merokok daripada laki-laki, banyak perempuan non-perokok yang masih mengalami peningkatan resiko terhadap kanker paru-paru dan resiko kematian karena suami atau pasangan mereka yang merokok.

 

Sumber: GATS, WHO, Kementerian Kesehatan Indonesia

Get more stuff like this
in your inbox

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.