Surat Kepada Penguasa

Surat Terbuka untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pak SBY,

Sebelum tidur malam nanti, setelah membaca surat ini, tolong bapak renungkan, apa yang akan kita katakan kepada anak cucu kita nanti, bila mereka bertanya bahwa kita sudah tahu bahwa rokok itu racun, bahwa rokok itu menyebabkan begitu banyak penyakit, bahwa sudah lima juta orang (yang sebagian besarnya ada di negara negara miskin dan berkembang) setiap tahun mati karena penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok, tapi kita tidak berbuat apa apa.

Apa yang akan menjadi jawaban, bila nanti mereka bertanya tentang FCTC, yang sudah diratifikasi oleh seluruh bangsa di dunia, tapi kita tidak meratifikasinya.

Saya akan dengan tulus menjawab: Anakku, aku gak tahu banyak, tapi setahuku, waktu itu presidennya namanya SBY, Menteri Kesehatannya Siti Fadillah Supari, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Tenaga Kerjan Erman Suparno.

Biarlah mereka (anak cucu kita) nanti yang memilih sendiri tinta apa yang akan mereka gunakan untuk menulis nama-nama pejabat yang mereka tahu bertanggung jawab atas kehancuran kesehatan anak bangsa akibat tidak diratifikasinya FCTC.

Pak SBY,

Pejamkan mata sesaat, pikirkan tentang jutaan rakyat yang merasa tidak mampu membeli susu buat anak-anak mereka sementara mampu membeli rokok Rp 8.000. Pikirkan tentang jutaan anak yang putus sekolah, yang katanya karena bapaknya tidak punya biaya, padahal harga rokok bapaknya sebulan minimal Rp 200 ribu.

Pikirkan juga tentang anak-anak pelajar  SD dan SMP yang telah turut “membiayai” pembangunan lewat cukai rokok, karena mereka telah membeli rokok. Adakah ini membanggakan anda? Sungguh saya ingin sekali mengerti apa yang ada di benak anda ketika terus menolak meratifikasi FCTC itu padahal 177 negara lebih telah melakukannya.

Apakah anda menganggap semua negara itu bodoh dan hanya kita saja yang pintar ?

Apakah anda menganggap semua negara itu mulus mulus saja keadaan ekonominya tanpa gejolak seperti di sini ?

Apakah anda masih menganggap bahwa masalah merokok belum menjadi masalah besar yang perlu segera ditanggulangi ?

Pernahkah anda tahu bahwa para delegasi kesehatan kita sangat terhina di forum-forum kesehatan dunia karena mereka mengenakan pin merah sebagai tanda negaranya belum menandatangani dan mengaksesi konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau? Bila anda berkenan manjawab, alamatkan saja ke alamat surat elektronik saya, nanti akan saya teruskan ke milis, agar teman teman saya bisa memahami jalan pikiran anda.

 

Terimakasih.
Wassalam,

Fuad Baradja

(fuadbaradja@yahoo.com)

fuadB

Get more stuff like this
in your inbox

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.