Taktik Pemasaran Rokok

“Mereka punya bibir? Kami ingin mereka…”

Slogan R.J Reynolds

 

Perusahaan rokok tak peduli muda, tua, anak-anak, ibu hamil, remaja putri, sepanjang mereka mahluk hidup yang bisa menghisap melalui bibir, mereka adalah target perusahaan rokok. Karena itu kampanye dan iklan juga penuh perhitungan untuk menarik sebanyak mungkin perokok baru. Umumnya perusahaan rokok melihat anak-anak usia 13 sebagai usia yang potensial untuk dijadikan pecandu baru. Karena itu iklan juga dibuat dengan menyesuaikan kebiasaan remaja di usia itu. Berikut ini beberapa trik industri rokok:

  1.  Reklame di titik penjualan rokok
    Dalam dokumen British –American Tobacco terungkap cara klasik memajangkan roko: rak penyimpanan rokok dibuat sejajar dengan mata anak-anak usia 13 tahun, sekitar 1,2 atau 1,5 meter. Letaknya juga mencolok, misalnya di belakang kasir sehingga semua orang bisa melihatnya saat membayar belanjaan.
  2. Sponsor Olahraga
    Anak-anak muda atau manusia usia produktif lebih mungkin sering berada di arena olahraga ketimbang usia lain. Reklame rokok pada kegiatan olahraga berusaha memberi kesan bahwa tak masalah menghisap rokok asalkan diimbangi dengan olahraga. Dan merokok tak ada hubungan dengan sikap sportif tubuh atletis atau cita-cita menjuarai sebuah pertandingan.“Kami memakai arena olahraga sebagai tempat untuk mengiklankan produk-produk kami. Pengalaman kami, penjualan meningkat setelah reklame di tempat seperti ini.” –Wayne Robertson, RJ Reynolds, 1983
  3. Perluasan Merk
    Memasang reklame yang memajang merk rokok, nama perusahaan, asosiasi tentang merokok, kalimat lucu yang khas dari iklan sebuah rokok, pada produk selain tembakau, seperti kaos, topi, PIN, sepatu, kemeja, dan lain-lain.“Ini cara efektif ketika semua jenis komunikasi tentang rokok dilarang.” BAT, 1979
  4. Sponsor Program Pencegahan Merokok
    Industri rokok memakai cara ekstrim untuk menunjukkan bahwa mereka tak berminat pada perburuan pecandu baru dari kalangan anak muda. Padahal, cara seperti ini justru mendorong anak muda merokok. Ini cara terselubung yang sangat halus untuk menciptakan generasi perokok baru dengan cara seolah-olah antirokok.“Ini upaya lanjutan menghindari serangan dari gerakan antirokok.” BAT, 1979
  5. Kegiatan Sosial
    Perusahaan rokok punya tanggung jawab sosial atas laba yang mereka peroleh. Tapi mewujudkannya dengan membuat kegiatan sosial dengan spanduk besar. Tak ada bungku rokok, tak ada merk, tak ada gambar asap, sehingga tercipta citra positif terhadap rokok.

Get more stuff like this
in your inbox

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.